Saturday, 18 March 2017

MAKALAH PERANAN ORGANISASI ASEAN

PERANAN ORGANISASI ASEAN
Dibuat Untuk Memenuhi Tugas PKn
Guru Bidang Studi : Dra. Elvidanismar

Oleh
XI IPA 1
Kelompok 1
1.        Istanada Nurika Hassannah
NIS : 8062
2.        Devi
NIS : 7997
3.        Yola Rindiana
NIS : 8228
4.        Tia Marshellina
NIS : 8206
5.        M. Lukma Hakim
NIS : 8110
6.        Chandra Wijaya
NIS : 7985

SEKOLAH MENEGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 KUNDUR
TAHUN PELAJARAN 2016/2017


1.      Sejarah ASEAN
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN berdiri melalui Deklarasi Bangkok di prakarsai oleh lima negara Asia tenggara antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Setiap wakil negara pemkrakarsa ASEAN ikut menandatangin deklarasi bangkok, Indonesia diwakili oleh Adam Malik, Filipina oleh Narciso R. Ramos, Malaysia oleh Tun Abdul Razak, Singapura oleh S. Rajaratman, dan Thailan oleh Thanat Khoman.                                              
ASEAN meliputi wilayah daratan seluas 4.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas daratan di Bumi, dan memiliki populasi yang mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan 8.8% total populasi dunia. Luas wilayah laut ASEAN tiga kali lipat dari luas wilayah daratan. Pada tahun 2010, kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh hingga 1,8 Triliun Dolar AS. Jika ASEAN adalah sebuah entitas tunggal, maka ASEAN akan duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan setelah Amerika SerikatCinaJepangJermanPerancisBrasilInggris, dan Italia.

2.      Latar Belakang Berdirinya ASEAN
Berdirinya ASEAN dilatar belakangi oleh beberapa persamaan yang dimiliki oleh negara-negara Asia Tenggara. Persamaan-persamaan tersebut antara lain: 
a.         Persamaan geografis.
b.        Persamaan budaya.
c.         Persamaan nasib, yaitu pernah dijajah oleh negara asing (kecuali Thailand
d.        Persamaan kepentingan di berbagai bidang.

3.      Prinsip Utama
                        Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional,             dan identitas nasional setiap negara
                        Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas                               daripada  campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
                        Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
                        Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
                        Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
                        Kerja sama efektif antara anggota




4.      Piagam
Prinsip-prinsip dasar tersebut meliputi:
a.       Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah dan identitas nasional seluruh Negara Anggota ASEAN.
b.      berbagi komitmen dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran regional.
c.       menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan lain dalam cara yang tidak sesuai dengan hukum internasional.
d.      ketergantungan pada penyelesaian damai sengketa.
e.       tidak campur tangan dalam urusan internal negara anggota ASEAN.
f.       menghormati hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan.
g.      konsultasi ditingkatkan mengenai hal-hal serius memengaruhi kepentingan bersama ASEAN.
h.      kepatuhan terhadap aturan hukum, tata pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional.
i.        menghormati kebebasan dasar, promosi dan perlindungan hak asasi manusia, dan pemajuan keadilan sosial.
j.        menjunjung tinggi Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, yang disetujui oleh negara anggota ASEAN.
k.      tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan, termasuk penggunaan wilayahnya, dan dikejar oleh Negara Anggota ASEAN atau non-ASEAN Negara atau aktor non-negara, yang mengancam kedaulatan, integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi ASEAN Negara-negara Anggota.
l.        menghormati perbedaan budaya, bahasa dan agama dari masyarakat ASEAN, sementara menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman.
m.    sentralitas ASEAN dalam hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya eksternal sambil tetap aktif terlibat, berwawasan ke luar, inklusif dan tidak diskriminatif, dan
n.      kepatuhan terhadap aturan-aturan perdagangan multilateral dan aturan berbasis ASEAN rezim bagi pelaksanaan efektif dari komitmen ekonomi dan pengurangan progresif terhadap penghapusan semua hambatan untuk integrasi ekonomi regional, dalam dorongan ekonomi pasar.

5.      5 Pendiri ASEAN
yaitu IndonesiaMalaysiaFilipinaSingapura dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).
Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu setelah memperingati hari kemerdekaannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997.                                                                                    Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, satu tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998. Setelah kesemua negara di Asia Tenggara bergabung dalam wadah ASEAN, sebuah negara kecil di tenggara Indonesia yang tak lain dan tak bukan juga pecahan dari Indonesia yaitu Timor Leste memutuskan untuk ikut bergabung menjadi anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara, meskipun keanggotaannya belum dipenuhi. Kerja sama ini tidak hanya mencakup bidang ekonomi saja tetapi juga ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan dan informasi, pembangunan serta keamanan dan kerja sama transnasional lainnya.
Mengingat kepentingan geografis, ekonomis dan politik yang strategis, sejak beberapa tahun belakangan ini, ASEAN telah mencoba menjajaki perluasan anggota kepada negara-negara tetangga di sekitar ASEAN. Berikut ini adalah daftar negara-negara perluasan keanggotaan ASEAN:
•   Bangladesh
•   Papua Nugini
•   Republik China (Taiwan)
•   Timor Leste

6.      Tujuan dibentuknya ASEAN                                                                                  ASEAN yang merupakan organisasi negara-negara Asia Tenggara mempunyai beberapa tujuan yang hendak dicapai anggotanya. Tujuan ASEAN tersebut tertuang dalam deklarasi Bangkok yang dideklarasikan pada tanggal 8 Agustus 1967.
Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:
·         Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan                                 kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
·         Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
·         Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
·         Memelihara kerja sama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
·         Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
7.      Kerjasama ASEAN
ASEAN sudah melakukan beberapa pertemuan di antaranya kerja sama keamanan energi. ASEAN muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik di tingkat regional maupun tingkat dunia. Pertemuan pertama berlangsung pada tangga 9 Juni 2004 di Manila, Filipina dan mengesahkan program kegiatan Energy Security Forum, Natural Gas Forum, Oil Market Forum, Oil Stockpliling Forum dan Renewable Energy Forum dan masih banyak lagi pertemuan yang dilakukan ASEAN.                                                Ada beberapa faktor mengapa ASEAN melakukan kerja sama dengan tiga negara patner, di antaranya:
a.       Jepang
Peran Jepang sangat diharapkan dalam mengambil peran ekonomi yang lebih tegas. Di sisi lain, Jepang sendiri terlihat pasif dalam peran kekuatan politik dan militer karena masih ada rival yang kuat yaitu RRT. Jepang masih menganggap bahwa kedaulatan suatu negara sebagai faktor yang paling penting. Kepentingan Jepang di kawasan seperti yang kita lihat sekarang yaitu: stabilitas kawasan di Asia Tenggara dan keamanan maritim/the sea lines of communication. Para elit pemerintah Jepang tampaknya bersikap waspada dan proaktif terhadap setiap perkembangan pada tataran regional terutama bangkitnya RRT sebagai raksasa ekonomi dunia.                             
Jepang merasa harus memberikan perhatian yang lebih besar pada kestabilan regional. Lagipula Jepang sendiri secara psikologis tentunya masih merasa sebagai bangsa yang besar di Asia Pasifik. Dalam mengimplementasikan peranan politik di kawasan ASEAN akan timbul perbedaan pandangan dengan Amerika Serikat. Instrumen yang paling efektif untuk menghadapi Amerika Serikat adalah ekonomi. Sikap lebih gentle bangsa Jepang sangat diperlukan untuk menghadapi Amerika Serikat . Jepang sendiri telah merencanakan peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan militernya. Dan secara langsung maupun tidak langsung, ini akan berimbas pada negara-negara anggota ASEAN dalam bentuk peningkatan perlombaan senjata di kawasan.
b.      RRT
Beijing, pusat ekonomi RRT yang sedang tumbuh pesat. Kontur dimensi multipolar yang kian kompleks mengharuskan tiap negara anggota ASEAN untuk adaptif terhadap dinamika geopolitik dan geostrategi kawasan. Seperti pada peningkatan kemampuan militer RRT yang oleh Amerika Serikat pun dipandang sebagai sebuah ancaman. International Role RRT telah terbuka lebar dengan diundangnya modal dan teknologi dari Barat dan Jepang.
RRT tampaknya akan terus mempertahankan kepentingan dan strategic influence mereka di kawasan ASEAN baik secara politik maupun militer. Ada keprihatinan mengenai tindakan RRT beberapa tahun yang lalu di Kepulauan Spratly. Pengembangan lembaga-lembaga keamanan yang lebih kuat di kawasan sangat diperlukan. Di bidang ekonomi dan industri, langkah RRT yang mendorong warganya bermigrasi dari daerah pedesaan ke kota-kota untuk menciptakan 270 juta pekerjaan dalam 10 tahun ke depan patut diapresiasi.                                                                         Kepentingan utama RRT terhadap negara-negara Asia terfokus pada pembangunan ekonomi yang cepat, dan bagi RRT, untuk diakui sebagai kekuatan Asia yang besar juga sangat penting. Dalam sebuah novel terbitan tahun 1997 yang menggambarkan terjadinya perang berskala global antara Amerika Serikat melawan RRT, diceritakan bahwa pemicunya adalah serangan RRT ke Laut Cina Selatan dan invasi militer RRT ke Vietnam. Walaupun novel tersebut adalah fiksi belaka, namun tetap ada korelasinya dengan kondisi yang terjadi saat ini, dan ada kemiripan dengan apa yang diungkapkan oleh pakar politik AS Samuel Huntington dalam bukunya The Clash of Civilization.              
c.       Korea Selatan
Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah berubah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun, dan sekarang menjadi patner ASEAN. Begitu juga dengan Korea Selatan, Presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak pada tahun 2009 mengatakan bahwa perdagangan ASEAN-Korsel telah tumbuh 11 kali lipat dalam dua dekade terakhir menjadi senilai US$ 90,2 miliar. Angka tersebut bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 150 miliar pada 2015. Dan berencana untuk meningkatakannya lebih baik lagi dan selain itu melakukan pertukaran budaya dan sebagainya.

8.      Kerjasama ASEAN dengan India
Kota Mumbai, kota terbesar di India dan merupakan lambang India sebagai raksasa ekonomi baru India menjadi mitra wicara penuh ASEAN pada KTT ke-5 ASEAN di Bangkok, Thailand tanggal 14-15 Desember 1995 setelah sebelumnya menjadi Mitra wicara sektoral sejak 1992. Pada KTT ke-1 ASEAN-India di Phnom Penh, Kamboja tanggal 5 November 2002 para Pemimpin ASEAN dan India menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan dan investasi, pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi informasi dan people to people contacts. Komitmen ASEAN dan India tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan ASEAN-India Partnership for Peace, Progress and Shared Prosperity and Plan of Action pada KTT ke-3 ASEAN-India di Vientiane, Laos tanggal 30 November 2004.
Hubungan kerja sama Indonesia-India di bidang ekonomi dan perdagangan mulai timbul seiring dengan adanya upaya-upaya ke arah kerja sama antara ASEAN dan Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan (SAARC) untuk menuju kerja sama yang lebih luas di kawasan Asia. Secara lebih konkret lagi, hubungan dan kerja sama yang lebih dekat telah terwujud dalam hubungan kemitraan antara ASEAN dan India melalui format pertemuan tingkat tinggi ASEAN (India), di mana pertemuan keduanya diadakan di Bali pada bulan Oktober 2003 lalu.

9.      Peranan ASEAN
a.        ASEAN Regional Forum(ARF) Forum ini di maksudkan untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan di Asia Pasifik.

b.       ASEAN mempelopori Perjanjian Persahabatan dan kerja sama di Asia Tenggara (TAC) TAC merupakan Code of condukt yang mengatur tata hubungan antar negara di kawasan Asia Pasifik.

c.        Peranan ASEAN dalam masalah di Asia Timur. Mengenai masalah-masalah yang di alami Asia Timur, ASEAN tidak mengambil andil besar karena tuduhan melakukan urusan regional mereka.



Contoh Resensi Novel Mudah Dipahami | Di Bawah Kebesaran-Mu, Hamba Takluk

Terjal Hidup Anak sang Pendosa
   Judul Buku      : Di Bawah Kebesaran-Mu, Hamba Takluk 
   ISBN               :  978-602-7724-04-09
   Pengarang       : Taufiqurrahman al -Azizy
   Penerbit           : DIVA Press
  Tahun Terbit     : 2012
   Halaman          : 426 Halaman

Novel ini adalah salah satu karya dari sang penulis yang terkenal yaitu Taufiqurrahman al-Azizy yang lahir pada tanggal 9 Desember 1975. Beliau pernah menuntut ilmu di Pesantren Ilmu al-Qura’an Hidayatul Qur’an yang diasuh oleh KH. Drs. Ahsin Wijaya al-Hafiz, M.A. Pernah pula kuliah di Universias Sains al-Qura’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo.
Novel ini memiliki genre drama, yaitu genre yang lebih bertujuan membuat pembaca terharu dan terhanyut dalam kisah tersebut. Kisah ini mengisahkan tentang betapa pilunya Arya menjadi anak dari penjahat, banyak cobaan yang harus ia jalani. Kesalahan itu memang bukan miliknya tetapi warga desa Wringinanom dengan mudahnya menyimpulkan masa depan Arya. Si yatim piatu ini di curigai akan tumbuh dan besar menjadi penjahat. Dalam peulisan novel ini penulis ingin meluruskan beberapa perkara yaitu : Pertama, hukum keturunan. Kedua, pentingnya mendidik dan mengasuh anak-anak yaim piatu. Ketiga, iri hati dan dengki serta bahaya-bahaya yang dimunculkan dari perasaan ini. Keempat,  bagaimana menempa diri menjadi cerdas.
Nama Taufiqurrahman al-Azizy melejit setelah meluncurkan trilogi novel spiritual Makrifat Cinta yang terdiri dari Syahadat Cinta (DIVA Press, 2006), Musafir Cinta (DIVA Press, 2007) dan Makrifat Cinta (DIVA Press, 2007). Novelnya setelah trilogi novel spiritual Makrifat Cinta yang juga telah beredar adalah Kitab Cinta Yusuf Zulaikha (DIVA Press, 2007); Munajat Cinta I (DIVA Press, 2009); Munajat Cinta 2, Jangan Biarkan Surau Ini Roboh (DIVA Press, 2009); Sahara Nainawa (DIVA Press, 2009); Kidung Shalawat Zaki dan Zulfa, Alif, Kecupan yang Dirindukannya, Laki-Laki yang menggeggam Ayat-Ayat Tuban, serta Rintihan dari Lembah Lebanon (DIVA Press, 2012)
Arya yang baru saja ditinggal mati oleh ibunya, terpaksa hidup sendirian. Ia begitu terpukul dan amat bersedih dengan kepergian ibunya, ditambah lagi Arya sekarang telah menjadi yatim piatu. Arya memang anak dari penjahat, Sambodo namanya, tetapi Arya adalah anak yang cerdas, penyayang, shalih dan sangat taat dalam menjalankan ibadah.
Tidak ada seorang pun yang hendak merawat Arya. Mereka tidak sadar mengenai kewajiban memuliakan anak yatim, sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an. Arya semakin  merasa tertekan dan amat sedih. Hanya Pak Rustam yang peduli dengan Arya, tetapi Nano dan Nevy yang merupakan anak Pak Rustam tidak ingin Pak Rustam membawa Arya kerumah mereka.
         Pengucilan dan pendiskriminasian selalu Arya dapatkan karena Arya terpaksa menanggung kenyataan bahwa ia adalah seorang anak penjahat, ayahnya hidup sebagai penjahat, penipu, tukang mabuk, pencuri, perampok, dan pemerkosa wanita. Ada seorang warga yang begitu membenci Arya dan menghasut para warga agar turut membenci Arya. Permasalahan mulai memuncak ketika warga menyerang Arya di rumah Pak Rustam, mereka ingin mengusir Arya keluar dari desa Wringinanom karena mereka menuduh Arya sebagai penyebab kematian Sukatman seorang warga desanya. Terjadi perkelahian antara warga dengan anak asuh Pak Rustam dan Nano sehingga mereka digiring ke kantor polisi. Setelah itu terjadi konflik tambahan dengan diketahuinya bahwa pembunuh Ayah Mustofa adalah Sambodo ayahnya Arya, Mustofa begitu marah terhadap Arya.
         Permasalahan mulai mereda ketika seluruh warga mengetahui bahwa Arya tidak bersalah karena Arya adalah korban dari hati yang memiliki kedengkian, para warga sadar bahwa semua itu adalah ulah Suhemi dan Ngatno yang selalu menghasut mereka dengan berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya. Musthafa mengajak Anak-anak Pak Rustam, Nano dan Nevy pun meminta maaf kepada Arya, sehingga Arya mulai mempunyai semangat dan tidak bersedih lagi.  Begitu juga dengan kematian ayahnya, Mustofa menyadari bahwa Arya tidak bersalah dan mengikhlaskan kepergian ayahnya.
Pilihan kata yang digunakan oleh pengarang  dapat membuat pembaca benar-benar terhanyut dalam cerita, sehingga pembaca seakan-akan merasakan hal yang dirasakan oleh tokoh dari novel ini. Novel karya Taufiqurrahman al-Azizy ini juga mencamtumkan dalil-dalil al-Qur’an dan Hadits pada catatan kaki novel untuk membuktikaan kebenaran yang dituliskan oleh pengarang.

Pada bagian akhir dari novel ini hanya menceritakan ketika warga sudah tidak membenci Arya lagi dan Musthofa sudah memaafkan kesalahan ayahnya Arya, walaupun novel ini memiliki akhir yang happy ending, tetapi masih sedikit menggantung, karena sang penulis tidak menceritakan kisah setelah Arya sudah diterima kehidupannya dimasyarakat.
         Terlepapas dari kekurangan yang terdapat dari novel ini, kita dapat mempelajari beberapa hal yang sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita selalu menghakimi seseorang tanpa mengetahui penyebab pasti dari suatu masalah. Melihat banyaknya yang dapat kita pelajar dari isi novel ini sendiri, buku ini sangat bagus dan cocok untuk kita baca sebagai sarana penambah ilmu. Buku ini juga banyak menceritakan pengalaman hidup yang dapat kita jadikan motivasi untuk mencapai apa yang kita inginkan.



Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik
A.      Unsur Intrinsik
1.      Tema      :        Perjuangan hidup anak sang pendosa yang harus                                                                       menjalani pilunya kehidupan.
2.      Alur       :        Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur                                                                      maju mundur. Alur maju mundur merupakan alur yang  memiliki runtutan                               peristiwa yang tidak teratur dan   terdapat flashback didalamnya.
a.       Eksposisi, desa Wringinanom adalah tempat tinggal Arya hidup sebagai seorang anak yatim piatu yang baru saja ditinggal ibunya. Setelah kematian ibunya ia sangat putus asa dan tidak tahu kepada siapa ia harus bersandar.
b.      Permasalahan, selain Pak Rustam, tidak ada seorang pun yang memperdulikan Arya, ia selalu mendapatkan hinaan dan cemoohan.
c.       Penyebab,  Arya adalah anak dari almarhum Sambodo yang sangat keji .
d.      Klimaks, warga hendak mengusir Arya dari desa karena Arya dituduh sebagai penyebab kematian dari salah satu warga  dan diketahuinya bahwa pembunuh dari Ayahnya Mustofa adalah Sambodo.
e.       Resolusi, Arya tidak bersalah, semua itu adalah ulah dari Suhemi dan Pak Kosim yang selalu menghasut warga dan Musthofa pun memaafkan kesalahan ayahnya Arya.
f.       Konklusi, kini warga sadar bahwa tak selamanya penjahat melahirkan anak yang jahat pula.                   

3.      Tokoh dan Karakter                :
a.            Arya (Protagonis), seorang remaja yang tampan, cerdas, penyayang, pantang menyerah, pemberani, shalih, taat kepada orang tua dan sangat menghargai orang lain dan sering meluapkan emosinya secara berlebihan.
b.            Pak Rustam (Protagonis) merupakan sosok yang berada, taat, shalih, memiliki hati yang baik, dermawanan, bijaksana, penyayang terutama terhadap anak yatim piatu, rendah hati dan penolong.
c.            Musthofa (Tritagonis), baik, periang, rendah hati selalu berpikir bijak dalam menyelesaikan suatu masalah, pantang menyerah, cerdas, sabar dan tabah..
d.           Sambodo (Tritagonis) penipu dan kejam, tetapi sangat menyayangi Arya dan istrinya
e.            Nevy (Tritagonis), manja, sedikit keras kepala, mudah terpengaruh orang lain, penyayang, memiliki hati yang baik dan tidak sabaran.
f. Nano (Tritagonis), baik, pemalas, memiliki watak yang keras, tegas dan mudah terpengaruh orang lain.
g.Suhemi (Antagonis), selalu memiliki perasaan iri, dengki, dendam dan benci terhadap Arya.
h.Pak Kosim (Antagonis) pemarah, pemberani, ingin menang sendiri, dan egois.


4.      Latar                :        Latar terbagi menjadi latar tempat, latar waktu dan latar                                                             suasana.
a. Latar Tempat, Desa Wringanom yang merupakan wilayah tempat tinggal Arya. Makam orang tua Arya, rumah Pak Rustam, rumah Arya, sekolah Arya, ladang kacang, rumah sakit, rumah Pak Suhemi dan kantor polisi.
b.Latar Waktu, malam hari, pagi hari dan sore hari,
c. Latar Suasana, menyedihkan, mengharukan, menegangkan dan  menyenangkan.

5.      Sudut Pandang :                   Sudut pandang orang ketiga serba tahu.

6.      Gaya Bahasa     :                   Menggunakan bahasa sehari-hari sehingga cukup mudah                                                      dipahami, tetapi terkadang penulis juga menggunakan nama                                                    panggilan berbahasa jawa. Bahasa yang digunakan                                                      pengarang ketika menggambarkan sesuatu dapat dengan                                                         mudah dirasakan latar suasana      yang begitu jelas sehingga                                             kita seakan-akan merasakan hal yang dirasakan oleh tokoh.

7.      Amanat           :                    Kacang memang jatuh tak jauh dari tangkainya, tetapi                                                          tangan-tangan          alam dan manusia bisa menjauhkan kacang                                        itu dari tangkainya. Artinya, anak yang lahir dari orang tua                                         jahat bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan shalih, begitu                                        pula sebaliknya.





B.     UNSUR EKSTRINSIK
1.            Nilai Moral
Sifat iri dan dengki bisa menimbulkan perilaku berbahaya terhadap seseorang yang dibenci, contohnya saja dalam novel tersebut yaitu Suhemi yang mempunyai sifat iri dan dengki terhadap Arya. Ia selalu membuat cara agar warga membenci Arya,  pada akhirnya semua orang mengetahui bahwa Arya tidak bersalah dan Suhemilah yang selalu menghasut para warga untuk melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya terhadap Arya.
2.            Nilai Religius
               Seorang tidak bisa memilih dari siapakah ia lahir dan dari jenis bagaimanakah kedua orang tuanya. Arya memanglah anak seorang penjahat tetapi ia tidak bisa memungkiri takdir bahwa ia adalah anak Sambodo penjahat keji. Menyantuni anak yatim dan tidak boleh menghardik anak yatim merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan. Walaupun begitu bayak warga yang benci kepada Arya, bahkan mereka mencemooh dan menghina Arya tanpa menyadari bahwa perbuatan mereka sama saja dengan mendustakan agama.
3.            Nilai Sosial
               Kedengkian dan keirian hati masyarakat yang selalu menggunjing seseorang dapat menjadi kebiasaan yang sangat buruk. Kurangnya sosialisasi dan pendekatan perlu dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, banyak masyarakat yang terkadang selalu menilai sesuatu dari luarnya saja, tanpa tahu keadaan yang sebenarnya.